Kamis, 25 Februari 2010

10 Cara Meningkatkan Kemampuan Jaringan Wireless

Jika kita adalah seorang administrator jaringan, tentu tidak asing lagi mendengar Wireless Network. Bila kita ingin memaksimalkan penggunaan jaringan wireless di lingkungan kerja atau sekolah, ada beberapa tips yang mungkin bisa menjadi pedoman untuk memaksimal Jaringan wireless kita.
(1) Posisikan wireless router (atau wireless access point) di tengah lokasi
Seharusnya kita meletakan wireless router pada tengah-tengah area atau ruangan yang ingin kita jangkau. Jika tidak memungkinkan, berarti kita harus meletakkannya di area yang terbuka, nantinya kita akan menambah peralatan lain untuk menguatkan sinyal dari wireless router.
wifi-01

(2) Jauhkan Wireless router dari bahan yang mengandung metal dan tinggikan dari lantai atau dinding.
Metal, dinding, dan lantai dapat menggangu sinyal wireless router kita. Usahakan peralatan kita tidak berdekatan dengan benda diatas. dengan berdekatan dgn benda tersebut akan melemahkan sinyal dari Wireless Router dan menggangu penerimaan pada Laptop atau perangkai lainnya.

Networking Media


Dalam suatu sistem jaringan ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan, salah satunya pemilihan penggunaan media. Media merupakan salah satu faktor yang mendukung, baik atau tidak baiknya suatu sistem jaringan tersebut. Pada suatu media jaringan terdapat beberapa jenis yang biasanya digunakan, antara lain kabel tembaga (copper), serat optik (fiber optic) dan jaringan tanpa kabel (wireless).
Kabel tembaga merupakan media jaringan yang paling banyak digunakan. Banyak tipe kabel tembaga yang tersedia di pasaran saat ini, masing-masing kabel memiliki kelebihan dan
kekurangan. Serat kaca umumnya digunakan oleh jaringan yang membutuhkan bandwidth besar dan transmisi point-to-point. Dalam media serat optik, cahaya digunakan untuk memindahkan data melewati kaca tipis atau serat plastik (plastic fiber). Penggunaan teknologi wireless membawa perubahan baru dalam media transmisi jaringan, dimana memiliki kelebihan dari segi portabilitas dan fleksibilitas.

Command-line Untuk Troubleshooting dan Diagnosa Jaringan pada Windows XP dan Vista icon-hardware

icon-hardwareSeorang Administrator Jaringan tentunya sudah amat mengenal semua perintah-perintah dos yang sering digunakan untuk memonitoring Jaringannya. Rasanya belum sah kalo masih ada yang masih belum mengetahuinya. Bagi yang pengen tahu perintah-perintah yang dapat membantu anda menjadi administrator, berikut ini daftar dan sekilas contoh penggunaannya.
(1) Getmac – Menampilkan MAC (Media Access Control) address pada semua network adapter
C:\>getmac
Physical Address Transport Name
=====================
00-2B-24-16-78-1B \Device\Tcpip_{F538F4D5-AAD4-45B6-A09F-3B9D96AE3A01}
00-17-7E-41-55-D5 Media disconnected
(2) Hostname – Menampilkan Nama Mesin (Computer) pada Jaringan
C:\>hostname
pcguru

(3) Ipconfig – Menampilkan IP address,
Subnet Mask dan Gateway pada semua network adapter yang terkoneksi melalui TCP/IP Protokol, melepaskan dan meminta IP address dari DHCP mendaftarkan DNS ke DNS server

Arti Client Server

Client Server
Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user . Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN ( Local Area Network ) di pertengahan tahun 1980 an.

Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database . LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server .

Membuat DNS server, Web server dan Database server menggunakan Linux fedora 8

DNS Server dan LAMP menggunakan Linux Fedora sebenarnya pernah saya tuliskan pada artikel saya yang terdahulu, tentang DNS Server Linux, Web Server Linux. Dengan tujuan membantu rekan-rekan yang baru saja beralih ke Linux dan kebetulan menggunakan Linux Fedora 8, ada baiknya saya menuliskan artikel ini. Panduan ini untuk kasus sebagai berikut:
Server Linux Fedora 8

1. Membuat DNS server untuk domain linuxer.local
2. Membuat DNS server virtual untuk domain fxekobudi.local, sarolangun.local
3. Membuat Web server untuk domain linuxer.local, fxekobudi.local, dan sarolangun.local
4. Membuat Database server menggunakan MySQL yang akan digunakan oleh aplikasi open source (Wordpress, Joomla, dan Drupal) pembangun situs lokal pada domain yang telah saya sebutkan di atas.

Sebelum mulai melangkah ke konfigurasi DNS dan LAMP (Linux-Apache-PHP-MySQL), berikut ini adalah konfigurasi pada Laptop yang saya gunakan:

Cara Menghapus Password Admin

Untuk alasan keamanan komputer seringkali kita menggunakan password untuk mencegah penggunaan oleh orang lain yang tidak berhak.
Ada beberapa cara yang sering digunakan orang untuk membatasi penggunaan komputer, misalnya password BIOS (Basic Input Output System) sehingga pengguna harus memasukan passwordnya beberapa saat setelah PC dihidupkan. Contoh yang lain yaitu menggunakan password Windows sehingga pengguna harus memasukan passwordnya setelah PC hidup sebelum masuk ke sistem operasi Windows.

Cara Penanganan Masalah Jaringan Lokal


Untuk melihat kejadian ini, maka Anda dapat menggunakan aplikasi NETSTAT pada Windows
untuk mengecek data statistik jaringan dengan perintah sebagai berikut:



NETSTAT
Fungsi:
● mengecek 'kesehatan' jaringan dengan menganalisa statistik jaringan.
● menampilkan koneksi TCP aktif, port-port mana saja yang digunakan, statistik
ethernet, tabel rute IP, statistik IPv4 (untuk protokol IP, ICMP, TCP, dan UDP), dan
IPv6 (untuk protokol IPv6, ICMPv6, TCP over IPv6, dan UDP over IPv6).
Penggunaan tanpa parameter hanya akan menampilkan koneksi TCP yang aktif.
Paket Ethernet (“Amplop”) dapat rusak biasanya disebabkan karena perangkat keras
(hardware) yang jelek seperti:
1. NIC (Network Interface card) yang jelek/rusak
2. rusaknya terminator atau port hub
3. kabel terlalu panjang melebihi kemampuan spesifikasi teknis kabel
4. konektor T yang jelek/rusak